Dan... Jika saatnya tiba
aku dan kamu tidak lagi bersama
ini mungkin akan menjadi duka
duka yang tak akan mungkin pernah terlupa
Dan... Jika saatnya tiba...
aku akan mengingat ketika kita berada diantara
suka duka bersama yang berbeda
diantara baik buruknya dunia
Tak usah teteskan air mata
ku tak mau kau menangis
Dan... Jika saatnya tiba
aku akan menutup dunia
yang penuh dengan cerita
diantara merah jingga yang membara
Dan... Jika saatnya tiba...
aku akan kembali kepada-Nya
ke tempat di mana aku berada...
Nov 3, 2011
Kepada Para Pemulung
Lebih pagi dari mentari, kehidupanmu sudah dimulai
menggendong ransel dari karung
menghampiri bak-bak sampah sampai
tibalah engkau di sebuah gunung sampah
Karena tuntutan hidup yang semakin sengit
rela kau mengais sampah untuk tetap hidup
bercampur dengan busuknya sampah
kau rela...
Hati mu lebih putih meski kau bercampur dengan sampah
dibanding mereka yang di atas,
yang berprilaku seperti sampah
Berbanggalah kau wahai pemulung...
Bukan ingin mu untuk seperti ini
bukan cita-cita mu akrab dengan tumpukan sampah
namun, inilah jalan yang Tuhan beri
Sujud syukur selalu untuk diri-Nya
Hati mu lebih putih meski kau bercampur dengan sampah
...
menggendong ransel dari karung
menghampiri bak-bak sampah sampai
tibalah engkau di sebuah gunung sampah
Karena tuntutan hidup yang semakin sengit
rela kau mengais sampah untuk tetap hidup
bercampur dengan busuknya sampah
kau rela...
Hati mu lebih putih meski kau bercampur dengan sampah
dibanding mereka yang di atas,
yang berprilaku seperti sampah
Berbanggalah kau wahai pemulung...
Bukan ingin mu untuk seperti ini
bukan cita-cita mu akrab dengan tumpukan sampah
namun, inilah jalan yang Tuhan beri
Sujud syukur selalu untuk diri-Nya
Hati mu lebih putih meski kau bercampur dengan sampah
...
Nov 2, 2011
Sajak Pagi
Pagi, dingin, sunyi, menatap mentari pagi yang berselimut awan mendung
sinarnya sedikit menghangatkan dinginnya diri
Tidak ada cappucinno menemani di kesendirian ini
Magnum hanya yang menemani saat ini
Deru mesin-mesin mulai membisingkan telinga
Derap langkah manusia mulai meramaikan
pagi dingin ini di antara hitam dan putihnya ini tempat
Pagi, dingin, kelam, begitu yang terucap dari dalam jiwa
menyambut hari yang berkabut
menggapai angan yang kian berada dalam kalut
...
sinarnya sedikit menghangatkan dinginnya diri
Tidak ada cappucinno menemani di kesendirian ini
Magnum hanya yang menemani saat ini
Deru mesin-mesin mulai membisingkan telinga
Derap langkah manusia mulai meramaikan
pagi dingin ini di antara hitam dan putihnya ini tempat
Pagi, dingin, kelam, begitu yang terucap dari dalam jiwa
menyambut hari yang berkabut
menggapai angan yang kian berada dalam kalut
...
Nov 1, 2011
Pintaku Terhadap Tuhan
Tuhan, goncangkanlah bumi-Mu ini sedahsyatnya
hingga aku tak lagi merasa sakit, menderita
Tuhan, tiupkan topan-Mu yang begitu kencang
agar hilang pedih perih yang meradang
Tuhan, bawa aku jauh ke tempat yang jauh
ke tempat di mana hanya ada pohon, lumut, dan batu
supaya aku bisa menikmati sisa perjalanan ini
Bosan dengan riuh kicauan politis, omong kosong!
bosan dengan desing peluru yang merenggut nyawa saudara sendiri
Bosan dengan bualan-bualan dari mereka
yang menganggap dunia ini dunia mereka
Tuhan, sekali lagi, goncangkanlah bumi-Mu sedahsyatnya
Tumpahkan samudera-Mu agar mereka tahu Kau lah segalanya
sumpal mulut mereka yang berkhotbah menyampaikan sampah
Tuhan, bawa aku ke tempat yang jauh
ke tempat di mana aku bisa lebih dekat dengan-Mu
hingga aku tak lagi merasa sakit, menderita
Tuhan, tiupkan topan-Mu yang begitu kencang
agar hilang pedih perih yang meradang
Tuhan, bawa aku jauh ke tempat yang jauh
ke tempat di mana hanya ada pohon, lumut, dan batu
supaya aku bisa menikmati sisa perjalanan ini
Bosan dengan riuh kicauan politis, omong kosong!
bosan dengan desing peluru yang merenggut nyawa saudara sendiri
Bosan dengan bualan-bualan dari mereka
yang menganggap dunia ini dunia mereka
Tuhan, sekali lagi, goncangkanlah bumi-Mu sedahsyatnya
Tumpahkan samudera-Mu agar mereka tahu Kau lah segalanya
sumpal mulut mereka yang berkhotbah menyampaikan sampah
Tuhan, bawa aku ke tempat yang jauh
ke tempat di mana aku bisa lebih dekat dengan-Mu
Untukmu Nek
Begitu cepat Kau panggil dia, mungkin juga aku
Nek, belum kau melihatku
seperti ini, seperti yang kau damba
namun, begitu cepat Kau penggil dia
Belum cukup dahaga ku disiram oleh sayangnya
belum cukup tegap melangkah tanpa nasehatnya
namun, sudah sampailah ia di perisitirahatannya
Nek, segenggam rindu yang ku miliki
tak 'kan mampu membawa mu kembali
.........
Nek, belum kau melihatku
seperti ini, seperti yang kau damba
namun, begitu cepat Kau penggil dia
Belum cukup dahaga ku disiram oleh sayangnya
belum cukup tegap melangkah tanpa nasehatnya
namun, sudah sampailah ia di perisitirahatannya
Nek, segenggam rindu yang ku miliki
tak 'kan mampu membawa mu kembali
.........
Subscribe to:
Posts (Atom)