Di antara gelap dan sunyi-sunyi ini
Ku rebahkan diri dalam relung ketidakpastian
Sunyi terus mengisi membisiki diri
tentang sebuah angan yang berserakan tak karuan
Aku hilang jiwa
Aku hilang arah
Aku hilang kamu
Aku hilang Dia
Ke mana melangkah, aku tak tahu
Ke mana mengadu, apa Dia mau tahu
Ke mana bersandar, hanya ada ruang-ruang semu yang tak tentu
Jiwa berteman sunyi yang kian merasuk, berjejalan tak karuan
Bak tiada ruh yang isi raga ini
Untuk meratap, menangis pun hati enggan
Itulah diri saat ini terjejal sunyi
Aku butuh tangis, tapi batin tak bersambut.
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Jul 3, 2013
Jul 18, 2012
Sebuah Akhir
Dalam sepi ini, batinku bergemuruh riuh
Ingin rasanya keluar dari keseharian ini
Meski sadar; nyatanya aku gila
Meski lelap; nyatanya aku terjaga
Ingin ku lepas semua keluh yang ada
di sana, di puncak Mahameru
ditemani dinginnya dingin yang membeku
dan sepinya sepi yang kian suram
Mungkin, di saat kelam, kau tak kan temukan
aku, diriku, juga bayang ku dalam rangkulan mu lagi
Aku ingin sepi pun kelam temani ku
dalam perjalanan menuju akhir peraduaan ku
Pada-Nya aku ingin serahkan
semua yang ada dan tiada
yang hitam pun putih
biar aku yang kotor ini
bisa tenang meski api yang berapi-api t'lah menanti
Mungkin, di saat kelam kau tak kan temukan
aku, diriku, juga bayang ku dalam rangkulan mu lagi
Mungkin, di saat itu juga kau akan berkata
"Pergilah dengan tenang. Aku, cintaku, 'kan selalu ada diantara sepinya hati ini".
18 Juli 2012
Ingin rasanya keluar dari keseharian ini
Meski sadar; nyatanya aku gila
Meski lelap; nyatanya aku terjaga
Ingin ku lepas semua keluh yang ada
di sana, di puncak Mahameru
ditemani dinginnya dingin yang membeku
dan sepinya sepi yang kian suram
Mungkin, di saat kelam, kau tak kan temukan
aku, diriku, juga bayang ku dalam rangkulan mu lagi
Aku ingin sepi pun kelam temani ku
dalam perjalanan menuju akhir peraduaan ku
Pada-Nya aku ingin serahkan
semua yang ada dan tiada
yang hitam pun putih
biar aku yang kotor ini
bisa tenang meski api yang berapi-api t'lah menanti
Mungkin, di saat kelam kau tak kan temukan
aku, diriku, juga bayang ku dalam rangkulan mu lagi
Mungkin, di saat itu juga kau akan berkata
"Pergilah dengan tenang. Aku, cintaku, 'kan selalu ada diantara sepinya hati ini".
18 Juli 2012
Jul 8, 2012
Fatamorgana
Terbangun dari mimpi kemudian terhempas ke dalam
sebuah dunia yang benar begitu terang, fantastis buatku.
Sejenak di dalam keheningan kelam, aku lihat kilauan cahaya
berbaris rapi bejajar jauh tepat di depan hamparan ciptaan-Nya.
Tak ku gubris sepi yang semakin menyepi
memaksa diri untuk larut dalam sepi yang tersepi
Ku abaikan hembusan dingin udara yang menerjang;
Malah ku biarkan dingin itu membelai, supaya aku
dan dunia ku bisa semakin satu dan padu.
Di antara kilauan cahaya itu, kulihat seberkas cahaya yang sangat terang,
indah, yang sanggup membuat mata ini bisu, mulut ini tuli, dan telinga ini buta.
Inikah cahaya itu --- dialah dia yang selama ini ada dan aku harap?
Inikah jiwa itu --- adalah sebuah rasa yang mampu membuat raga itu utuh?
Inikah?
Dalam diam ku berkata "Tuhan, inikah yang kau sebut dengan fatamorgana?"
sebuah dunia yang benar begitu terang, fantastis buatku.
Sejenak di dalam keheningan kelam, aku lihat kilauan cahaya
berbaris rapi bejajar jauh tepat di depan hamparan ciptaan-Nya.
Tak ku gubris sepi yang semakin menyepi
memaksa diri untuk larut dalam sepi yang tersepi
Ku abaikan hembusan dingin udara yang menerjang;
Malah ku biarkan dingin itu membelai, supaya aku
dan dunia ku bisa semakin satu dan padu.
Di antara kilauan cahaya itu, kulihat seberkas cahaya yang sangat terang,
indah, yang sanggup membuat mata ini bisu, mulut ini tuli, dan telinga ini buta.
Inikah cahaya itu --- dialah dia yang selama ini ada dan aku harap?
Inikah jiwa itu --- adalah sebuah rasa yang mampu membuat raga itu utuh?
Inikah?
Dalam diam ku berkata "Tuhan, inikah yang kau sebut dengan fatamorgana?"
Apr 20, 2012
Elegi
Masihkah kau ingat ketika kita bersama di bawah pelangi?
Ketika kita memandangi setiap jengkal warnanya yang indah
Memang indah kala itu, ya?
Bersama kita berlari mengejar ombak yang berlari beriringan
Meraih hari di bawah jingga yang mulai menghitam
Sungguh indah, kan?
Bersama kita tertawa
Bersama kita terluka
Indah, bukan?
Ya memang indah kala itu,
Sampai aku sadari bahwa
semuanya itu semu dan palsu.
Awalnya, setiap kali ku kenang serpihan kenangan bersamanya
Aku berharap dia juga merasakan hal yang sama -- kangen.
Begitu seterusnya sampai aku sadari bahwa
Aku ini bodoh.
Aku terlalu larut dalam fatamorgana bayangannya
Aku, harap ku, tak kan pernah bertemu pada sebuah titik temu yang indah
semuanya semu, palsu, hanya angan semata.
Aku bukanlah apa yang dia rasakan lagi
Sungguh indah kala itu, kan?
Ketika kita bersama di bawah pelangi yang perlahan menjadi semu.
Ketika kita memandangi setiap jengkal warnanya yang indah
Memang indah kala itu, ya?
Bersama kita berlari mengejar ombak yang berlari beriringan
Meraih hari di bawah jingga yang mulai menghitam
Sungguh indah, kan?
Bersama kita tertawa
Bersama kita terluka
Indah, bukan?
Ya memang indah kala itu,
Sampai aku sadari bahwa
semuanya itu semu dan palsu.
Awalnya, setiap kali ku kenang serpihan kenangan bersamanya
Aku berharap dia juga merasakan hal yang sama -- kangen.
Begitu seterusnya sampai aku sadari bahwa
Aku ini bodoh.
Aku terlalu larut dalam fatamorgana bayangannya
Aku, harap ku, tak kan pernah bertemu pada sebuah titik temu yang indah
semuanya semu, palsu, hanya angan semata.
Aku bukanlah apa yang dia rasakan lagi
Sungguh indah kala itu, kan?
Ketika kita bersama di bawah pelangi yang perlahan menjadi semu.
Mar 25, 2012
Menyikapi Hidup
Hidup ini penuh teka-teki, rumit, sulit ditebak.
Kata siapa hidup ini indah?
Mungkin untuk mereka yang tak pernah dari bawah merangkak naik tercekik,
Memang iya hidup ini indah.
Satu hal yang pasti dari hidup ini -- baik dan buruk.
Namun, mereka tidak lah absolut, mutlak, kekal.
Baik menjadi buruk, begitu pun sebaliknya.
Seperti halnya saya, Anda, juga mereka -- manusia.
Lalu?
Harus bagaimana menyikapinya?
Hanya Tuhan, waktu, dan nurani Anda
yang bisa menjawabnya...
Kata siapa hidup ini indah?
Mungkin untuk mereka yang tak pernah dari bawah merangkak naik tercekik,
Memang iya hidup ini indah.
Satu hal yang pasti dari hidup ini -- baik dan buruk.
Namun, mereka tidak lah absolut, mutlak, kekal.
Baik menjadi buruk, begitu pun sebaliknya.
Seperti halnya saya, Anda, juga mereka -- manusia.
Lalu?
Harus bagaimana menyikapinya?
Hanya Tuhan, waktu, dan nurani Anda
yang bisa menjawabnya...
Mar 5, 2012
Kami Orang Bodoh yang Dibodohi oleh Kebodohan Anda
Di mata Anda, kami ini kecil bak
partikel yang tak berarti
Ya, memang. Dan itu adalah kenyataan.
Kami ini bodoh; tak sepintar dan
secerdas Anda,
Tapi, kami juga sama seperti Anda –
bodoh.
Kami punya rasa sakit seperti halnya
Anda – Manusia yang seolah beradab.
Kami punya aspirasi yang seharusnya Anda
dengar.
Namun, suara dan tanya yang kami buat
Hanya dianggap ocehan-ocehan gembel yang
tak memiliki arti.
Hey! Bukankah Anda dulu mendekati kami?
Membutuhkan kami? Mengharapkan kami
Untuk menelan dan mencerna semua bualan
indah mu itu?
Hah, memang lucu ya! Siasat Anda
berhasil, Well done!
Anda memang hebat, mengacuhkan kami
ketika sebuah tanya besar muncul.
Ketika dahaga haus tahta dan harta Anda
telah terpenuhi
Terima kasih banyak!
Percuma juga untuk mengadu dan merengek,
Toh
itu tak akan sedikit pun menyayat nurani Anda
Kami memang orang bodoh yang dibodohi
oleh kebodohan Anda
…
Jan 22, 2012
Memaknai Cinta
Ada yang bilang cinta itu berupa bohong belaka,
berupa kesenangan yang berakhir dengan duka.
Bermain, bergelut dengannya akan membawa
cerita kelam yang menyayat dada.
Tapi, bukan seperti cerita yang aku gores bersamanya,
meski banyak duka yang melanda,
namun, bisa terobati dengan suka yang membara.
Seperti itulah cinta untuk ku.
Bukan menyakitkan, namun memberikan pencerahan
untuk hidupku, untuk aku, juga untuk dia.
Aku dan dia jauh berbeda, sangat jauh berbeda,
namun, cinta menyatukan kami berdua,
memberikan sebuah hidup baru,
membiarkan jiwa kami untuk saling manyapa,
menyelami indahnya samudera ksih yang tak terhingga.
Cinta membuat kami lebih saling memberi dan melengkapi,
menutupi kekurangan yang ada.
Ia juga melatih kami untuk saling mengerti akan esensi kehidupan.
Mengerti akan arti aku, dia, hidup ini, juga cinta yang putih suci...
berupa kesenangan yang berakhir dengan duka.
Bermain, bergelut dengannya akan membawa
cerita kelam yang menyayat dada.
Tapi, bukan seperti cerita yang aku gores bersamanya,
meski banyak duka yang melanda,
namun, bisa terobati dengan suka yang membara.
Seperti itulah cinta untuk ku.
Bukan menyakitkan, namun memberikan pencerahan
untuk hidupku, untuk aku, juga untuk dia.
Aku dan dia jauh berbeda, sangat jauh berbeda,
namun, cinta menyatukan kami berdua,
memberikan sebuah hidup baru,
membiarkan jiwa kami untuk saling manyapa,
menyelami indahnya samudera ksih yang tak terhingga.
Cinta membuat kami lebih saling memberi dan melengkapi,
menutupi kekurangan yang ada.
Ia juga melatih kami untuk saling mengerti akan esensi kehidupan.
Mengerti akan arti aku, dia, hidup ini, juga cinta yang putih suci...
Jan 15, 2012
Doa Ku Malam Ini
Hey, usia kita bertambah; tua, matang, dewasa
Bersama melalui semua; suka, duka, tangis, canda
Kau dan aku semakin satu; erat tak terpisahkan
Menjadi lebih satu dalam impian dan tujuan
Adakah batin kita semakin satu?
Harus, harus, harus, itulah keharusan.
Kamu dan aku - kita, bersama selamanya
Sampai yang Maha Memiliki memisahkan kita untuk sementara
Hey, empat tahun bukan waktu yang singkat
untuk saling menyelami samudera jiwa yang begitu rumit
Kompleks, penuh dengan teka teki berarti
Semoga Allah memberikan semua nikmat,
Karunia yang begitu besar untuk bekal kita
menghadapi hari esok yang pasti lebih berarti
Untuk kita, cinta kita, semua, hingga akhir peraduan ini...
Amin...
4th Anniversary - 15 Januari 2012
Bersama melalui semua; suka, duka, tangis, canda
Kau dan aku semakin satu; erat tak terpisahkan
Menjadi lebih satu dalam impian dan tujuan
Adakah batin kita semakin satu?
Harus, harus, harus, itulah keharusan.
Kamu dan aku - kita, bersama selamanya
Sampai yang Maha Memiliki memisahkan kita untuk sementara
Hey, empat tahun bukan waktu yang singkat
untuk saling menyelami samudera jiwa yang begitu rumit
Kompleks, penuh dengan teka teki berarti
Semoga Allah memberikan semua nikmat,
Karunia yang begitu besar untuk bekal kita
menghadapi hari esok yang pasti lebih berarti
Untuk kita, cinta kita, semua, hingga akhir peraduan ini...
Amin...
4th Anniversary - 15 Januari 2012
Dec 23, 2011
Bukankah Kita Sama?
Bukankah kita sama?
Bertuhan satu - Tuhan Yang Maha Esa.
Bukankah kita harus menghormati dan menghargai perbedaan yang ada?
Bukannya saling menyalahkan dan membenarkan.
Hey! Kita ini sama di mata Dia.
Apapun bahasa, warna kulit, dan golongan.
Mengapa harus ada pertumpahan darah, Bung?
Jangan ikuti nafsu syetan-mu. Atau kamu yang benar-benar syetan?
Tak punya nurani, akal yang sehat.
Bukankah Dia telah berfirman "bagiku agamaku, dan bagimu agamamu".
Lalu apa yang kamu pikirkan?
Memaksa semua orang untuk bertuhan dan berkeyakinan sama denganmu?
Tidak, Bung! Sekali lagi TIDAK!
Setiap orang punya keyakinannya sendiri, itu haknya - hak asasinya, kan?
Bukankah Dia juga yang memberi dan menjamin hak itu?
Jika memang ada yang harus diberantas,
yaitu mereka yang mendustakan Tuhan, menistakan agama, benarkan?
Lalu mengapa mereka yang berkeyakinan dan bertuhankan utuh, sejati, juga diberantas?
Karena keyakinannya tidak sama denganmu?
Bodoh, idiot, masa gak ngerti sama firman Tuhannya.
Pernah belajar toleransi gak, Hey?
Aplikasikan dong!
Jangan jadi syetan yang didalangi syetan,
niscaya kamu akan jadi syetan yang beneran syetan!...
Bertuhan satu - Tuhan Yang Maha Esa.
Bukankah kita harus menghormati dan menghargai perbedaan yang ada?
Bukannya saling menyalahkan dan membenarkan.
Hey! Kita ini sama di mata Dia.
Apapun bahasa, warna kulit, dan golongan.
Mengapa harus ada pertumpahan darah, Bung?
Jangan ikuti nafsu syetan-mu. Atau kamu yang benar-benar syetan?
Tak punya nurani, akal yang sehat.
Bukankah Dia telah berfirman "bagiku agamaku, dan bagimu agamamu".
Lalu apa yang kamu pikirkan?
Memaksa semua orang untuk bertuhan dan berkeyakinan sama denganmu?
Tidak, Bung! Sekali lagi TIDAK!
Setiap orang punya keyakinannya sendiri, itu haknya - hak asasinya, kan?
Bukankah Dia juga yang memberi dan menjamin hak itu?
Jika memang ada yang harus diberantas,
yaitu mereka yang mendustakan Tuhan, menistakan agama, benarkan?
Lalu mengapa mereka yang berkeyakinan dan bertuhankan utuh, sejati, juga diberantas?
Karena keyakinannya tidak sama denganmu?
Bodoh, idiot, masa gak ngerti sama firman Tuhannya.
Pernah belajar toleransi gak, Hey?
Aplikasikan dong!
Jangan jadi syetan yang didalangi syetan,
niscaya kamu akan jadi syetan yang beneran syetan!...
Dec 15, 2011
Satu Pintaku
Tuhan, sekiranya Kau ijinkan,
Aku ingin terus ada bersamanya
melewati merah birunya perjalanan
menuju keridhaan-Mu
Tuhan, sekiranya Kau masih memberiku kekuatan,
Aku ingin selalu menjaganya, mendekapnya dalam kasih yang Suci.
Kasih, cinta, yang semakin hari semakin utuh, kekal.
Tuhan, jangan jauhkan jiwaku dari jiwanya
Sebab, antara aku dan dirinya sudah tak dapat dipisahkan.
Kecuali jika atas kehendak-Mu.
Tuhan, sekiranya Kau berkehendak,
Biarkanlah aku menghabiskan sisa hidup
dalam damai, dalam cinta yang suci
bersamanya...
Aku ingin terus ada bersamanya
melewati merah birunya perjalanan
menuju keridhaan-Mu
Tuhan, sekiranya Kau masih memberiku kekuatan,
Aku ingin selalu menjaganya, mendekapnya dalam kasih yang Suci.
Kasih, cinta, yang semakin hari semakin utuh, kekal.
Tuhan, jangan jauhkan jiwaku dari jiwanya
Sebab, antara aku dan dirinya sudah tak dapat dipisahkan.
Kecuali jika atas kehendak-Mu.
Tuhan, sekiranya Kau berkehendak,
Biarkanlah aku menghabiskan sisa hidup
dalam damai, dalam cinta yang suci
bersamanya...
Dec 14, 2011
Satu Cinta
...dan cinta itu kini menjadi semakin satu, padu
Aku, kamu, menjadi satu dalam segala hal
menjadikan dunia yang sementara ini indah, utuh.
Aku, kamu, kita, pada dasarnya berbeda.
Jauh, bahkan sangat jauh berbeda.
Tapi, cinta menyatukan semua,
menjadikannya sama, nyata, dan indah
Di hatimu aku ada, di hatiku kamu ada,
di jiwaku, separuh jiwamu bersemayam
di jiwamu, separuh jiwaku damai di dalamnya
Bersamamu, dunia ini indah, begitu indah.
Bersamamu, riuh kebisingan, amarah yang menggebu, musnah.
Bersamamu, kemarau jiwa tersiram hujan.
...dan cinta ini mejadi semakin satu, padu.
Aku, kamu, hatiku, hatimu, kita - satu.
Aku, kamu, menjadi satu dalam segala hal
menjadikan dunia yang sementara ini indah, utuh.
Aku, kamu, kita, pada dasarnya berbeda.
Jauh, bahkan sangat jauh berbeda.
Tapi, cinta menyatukan semua,
menjadikannya sama, nyata, dan indah
Di hatimu aku ada, di hatiku kamu ada,
di jiwaku, separuh jiwamu bersemayam
di jiwamu, separuh jiwaku damai di dalamnya
Bersamamu, dunia ini indah, begitu indah.
Bersamamu, riuh kebisingan, amarah yang menggebu, musnah.
Bersamamu, kemarau jiwa tersiram hujan.
...dan cinta ini mejadi semakin satu, padu.
Aku, kamu, hatiku, hatimu, kita - satu.
Dec 7, 2011
Sebuah Awal
Ya Rabb, mimpi yang selalu hadir setap malam
kini kian dekat menjadi nyata
Ya Rabb, apakah ini sebuah isyarat-Mu
menjadikannya jadi nyata dan ku rasa?
Ya Rabb, semua berada pada kehendak-Mu
hanya Kau yang Maha tahu semua
yang akan terjadi pada makhluk-Mu
termasuk aku, si pemimpi ini
Bimbinglah aku, tuntunlah aku
supaya aku bisa meraih yang selama ini
terpendam di benak ku
buatlah semua menjadi nyata, Ya Rabb.
"Every dreams has a beginning"
Mungkin inilah awal dari semua mimpi
untuk menjadikannya nyata
Ya Rabb, bantu aku untuk menggapainya,
Amin...
kini kian dekat menjadi nyata
Ya Rabb, apakah ini sebuah isyarat-Mu
menjadikannya jadi nyata dan ku rasa?
Ya Rabb, semua berada pada kehendak-Mu
hanya Kau yang Maha tahu semua
yang akan terjadi pada makhluk-Mu
termasuk aku, si pemimpi ini
Bimbinglah aku, tuntunlah aku
supaya aku bisa meraih yang selama ini
terpendam di benak ku
buatlah semua menjadi nyata, Ya Rabb.
"Every dreams has a beginning"
Mungkin inilah awal dari semua mimpi
untuk menjadikannya nyata
Ya Rabb, bantu aku untuk menggapainya,
Amin...
Dec 6, 2011
Untukmu Ibu
Bu, dengan cinta mu aku hidup,
dengan kasih mu aku bernafas
dengan ridha mu Allah meridhai jalan-ku
Bu, kasih mu bak mata air di tandusnya hati
Menyejukkan dahaga di tengah kering perjalanan ini
Bu, kau pelita di tengah gulita gelapnya jalan yang ku tempuh
Jujur, tak sedikit pun bisa aku membalas
semua kasih yang kau curahkan
Tak sedikit pun jasa mu terbalas oleh ku,
yang hanya bisa merengek, menangis, membuatmu kesal
membuatmu menangis...
Bu, maaf atas segala yang pernah ku buat,
maaf karena aku belum bisa bahagiakan mu
dengan semua yang ku buat...
Bu, kau lah hidupku...
dengan kasih mu aku bernafas
dengan ridha mu Allah meridhai jalan-ku
Bu, kasih mu bak mata air di tandusnya hati
Menyejukkan dahaga di tengah kering perjalanan ini
Bu, kau pelita di tengah gulita gelapnya jalan yang ku tempuh
Jujur, tak sedikit pun bisa aku membalas
semua kasih yang kau curahkan
Tak sedikit pun jasa mu terbalas oleh ku,
yang hanya bisa merengek, menangis, membuatmu kesal
membuatmu menangis...
Bu, maaf atas segala yang pernah ku buat,
maaf karena aku belum bisa bahagiakan mu
dengan semua yang ku buat...
Bu, kau lah hidupku...
Nov 22, 2011
Tunjukkan Jalan-Mu Ya Rabb
Kadang merasa seperti sampah
kotor, busuk, jijik, dimata manusia,
Tak berguna, tak berarti, tanpa arah
terbuang sia-sia sisa hidup yang berharga
Aku merasa bukan manusia yang berbuat seperti manusia;
melupakan Tuhannya, meninggalkan seruan-Nya
Melenggang hidup di kehidupan yang hina
penuh keriuhan surga dunia
Menganggap dunia surga segala
kenikmatan yang mungkin hanya semata
aku nikmati untuk menghancurkan ku di akhirat-Nya
dan mendekatkan ku kepada neraka-Nya
Bodoh, tolol, tak sadar banyak nikmat dari-Nya
yang selalu tercurah kepada aku yang bak sampah ini
yang lebih hina dari binatang jalang sekali pun
Diri ini lalai, tak menggubris seruan nurani dan Dia
Masihkah ada ampun untuk aku, Tuhan?
masihkah mau Kau menerima taubatku?
masihkah Ia menganggap aku sebagai ciptaan-Nya?
meski apa yang aku lakukan sudah jauh dari titah-Nya
Tunjukkan jalan Mu Ya Rabb....
kotor, busuk, jijik, dimata manusia,
Tak berguna, tak berarti, tanpa arah
terbuang sia-sia sisa hidup yang berharga
Aku merasa bukan manusia yang berbuat seperti manusia;
melupakan Tuhannya, meninggalkan seruan-Nya
Melenggang hidup di kehidupan yang hina
penuh keriuhan surga dunia
Menganggap dunia surga segala
kenikmatan yang mungkin hanya semata
aku nikmati untuk menghancurkan ku di akhirat-Nya
dan mendekatkan ku kepada neraka-Nya
Bodoh, tolol, tak sadar banyak nikmat dari-Nya
yang selalu tercurah kepada aku yang bak sampah ini
yang lebih hina dari binatang jalang sekali pun
Diri ini lalai, tak menggubris seruan nurani dan Dia
Masihkah ada ampun untuk aku, Tuhan?
masihkah mau Kau menerima taubatku?
masihkah Ia menganggap aku sebagai ciptaan-Nya?
meski apa yang aku lakukan sudah jauh dari titah-Nya
Tunjukkan jalan Mu Ya Rabb....
Nov 9, 2011
Frase Kehidupan
Bahkan di dalam senang pun aku tak bisa tertawa
Murung, sedih, berlinang air mata
Memandang muram bayang senja
Menghempas diri ke dalam hampa kata
Ku lihat sejenak dedunan menari
tersibak angin yang menusuk bak duri
Mengiringi langkah kembali pada Illahi
Sungguh tiada dapat ku terka apa,
mengapa, badai yang menerpa diri
begitu kejam, tak berbelas, memurkai diri
menghancur lebur bak kata yang tak terkata
Sejenak terdiam membodohi diri
merenung, menetap jauh kembali
menata diri dalam sunyi
merajut asa yang tak sempat tercapai
Aku, merangkai frase-frase kehidupan
yang kian hari semakin berkecamuk
dalam gelap, dalam sunyi malam ini....
Murung, sedih, berlinang air mata
Memandang muram bayang senja
Menghempas diri ke dalam hampa kata
Ku lihat sejenak dedunan menari
tersibak angin yang menusuk bak duri
Mengiringi langkah kembali pada Illahi
Sungguh tiada dapat ku terka apa,
mengapa, badai yang menerpa diri
begitu kejam, tak berbelas, memurkai diri
menghancur lebur bak kata yang tak terkata
Sejenak terdiam membodohi diri
merenung, menetap jauh kembali
menata diri dalam sunyi
merajut asa yang tak sempat tercapai
Aku, merangkai frase-frase kehidupan
yang kian hari semakin berkecamuk
dalam gelap, dalam sunyi malam ini....
Nov 5, 2011
Maaf
Tuhan, selalu ada Kau di setiap hembusan nasfas
Tuhan, Kau angkat aku dari kegelapan
Tuhan, Kau hembuskan kasih-Mu yang tiada terbatas
Aku, tolol, begitu lama melupakan-Mu
lama tak berdzikir mengingat nama-Mu
tak kusadari apa jadinya jika aku tanpa-Mu
Jika Kau ingin mengambil semua nikmat,
aku tak kuasa menahannya
memang itu salahku, begitu lama aku melupakan-Mu
aku, tak berarti, kecil dihadapan-Mu
Hanya maaf yang bisa terucap
berharap itu bisa diterima oleh-Mu
....
Tuhan, Kau angkat aku dari kegelapan
Tuhan, Kau hembuskan kasih-Mu yang tiada terbatas
Aku, tolol, begitu lama melupakan-Mu
lama tak berdzikir mengingat nama-Mu
tak kusadari apa jadinya jika aku tanpa-Mu
Jika Kau ingin mengambil semua nikmat,
aku tak kuasa menahannya
memang itu salahku, begitu lama aku melupakan-Mu
aku, tak berarti, kecil dihadapan-Mu
Hanya maaf yang bisa terucap
berharap itu bisa diterima oleh-Mu
....
Sajak Cinta
Bukan itu yang aku ingin,
tiada lain, kamu, cintamu, tulusmu
sederhana bukan?
Bukan untuk menyoal apa,
sudah cukup untuk ku dengan apa yang ada
Kamu, aku, berdua berbagi kasih
kisah yang bersama kita rajut
dengan benang cinta yang teguh
tak berujung sampai bertemu maut
Di hatiku sudah penuh cintamu
Di jiwaku sudah ada jiwamu
tak perlu ditanya seberapa
cinta dan kasih yang ada
Bukan itu yang aku ingin,
tiada lain, kamu, cintamu, tulusmu
sederhana bukan?
tiada lain, kamu, cintamu, tulusmu
sederhana bukan?
Bukan untuk menyoal apa,
sudah cukup untuk ku dengan apa yang ada
Kamu, aku, berdua berbagi kasih
kisah yang bersama kita rajut
dengan benang cinta yang teguh
tak berujung sampai bertemu maut
Di hatiku sudah penuh cintamu
Di jiwaku sudah ada jiwamu
tak perlu ditanya seberapa
cinta dan kasih yang ada
Bukan itu yang aku ingin,
tiada lain, kamu, cintamu, tulusmu
sederhana bukan?
Nov 4, 2011
Untuk Mereka
Diantara sesaknya perkotaan, engkau hidup
jauh dari nyaman hidupmu
menyusuri jalan-jalan berpaut tak berujung
beralaskan bumi beartapkan langit tempat mu berteduh
Bertarung dengan terik, sengatan matahari
Melawan dinginnya diri dalam hujan
Bertahan dalam cercaan, makian yang bertubi
Sanggup kau bertahan dari ganasnya dunia
Sanggup kau hidup meski tanpa tempat tinggal
sanggup kau bertahan dari mereka
yang menganggapmu seorang yang marginal
jauh dari nyaman hidupmu
menyusuri jalan-jalan berpaut tak berujung
beralaskan bumi beartapkan langit tempat mu berteduh
Bertarung dengan terik, sengatan matahari
Melawan dinginnya diri dalam hujan
Bertahan dalam cercaan, makian yang bertubi
Sanggup kau bertahan dari ganasnya dunia
Sanggup kau hidup meski tanpa tempat tinggal
sanggup kau bertahan dari mereka
yang menganggapmu seorang yang marginal
Nov 3, 2011
Perhiasan Kota
Hiasilah kota mu dengan kemacetan dan kesemrawutan
itu yang membuat manis kota di mata mereka
Lambang dari manusia modern yang tetap
berpikir seperti primitif
Hapus lahan terbuka hijau
buat sesuatu di atasnya dengan
pencakar langit, shopping point,
tempat di mana manusia modern hidup
Itu lumrah, itu wajar di mata mereka
lebih manis kota jika seperti kandang yang sesak penuh.
Pemikiran bodoh, idiot. Kenapa berkata,
Jika berpikir seperti peruntuh?
itu yang membuat manis kota di mata mereka
Lambang dari manusia modern yang tetap
berpikir seperti primitif
Hapus lahan terbuka hijau
buat sesuatu di atasnya dengan
pencakar langit, shopping point,
tempat di mana manusia modern hidup
Itu lumrah, itu wajar di mata mereka
lebih manis kota jika seperti kandang yang sesak penuh.
Pemikiran bodoh, idiot. Kenapa berkata,
Jika berpikir seperti peruntuh?
Jika Saatnya Tiba
Dan... Jika saatnya tiba
aku dan kamu tidak lagi bersama
ini mungkin akan menjadi duka
duka yang tak akan mungkin pernah terlupa
Dan... Jika saatnya tiba...
aku akan mengingat ketika kita berada diantara
suka duka bersama yang berbeda
diantara baik buruknya dunia
Tak usah teteskan air mata
ku tak mau kau menangis
Dan... Jika saatnya tiba
aku akan menutup dunia
yang penuh dengan cerita
diantara merah jingga yang membara
Dan... Jika saatnya tiba...
aku akan kembali kepada-Nya
ke tempat di mana aku berada...
aku dan kamu tidak lagi bersama
ini mungkin akan menjadi duka
duka yang tak akan mungkin pernah terlupa
Dan... Jika saatnya tiba...
aku akan mengingat ketika kita berada diantara
suka duka bersama yang berbeda
diantara baik buruknya dunia
Tak usah teteskan air mata
ku tak mau kau menangis
Dan... Jika saatnya tiba
aku akan menutup dunia
yang penuh dengan cerita
diantara merah jingga yang membara
Dan... Jika saatnya tiba...
aku akan kembali kepada-Nya
ke tempat di mana aku berada...
Subscribe to:
Posts (Atom)