Nov 3, 2011

Kepada Para Pemulung

Lebih pagi dari mentari, kehidupanmu sudah dimulai
menggendong ransel dari karung
menghampiri bak-bak sampah sampai
tibalah engkau di sebuah gunung sampah

Karena tuntutan hidup yang semakin sengit
rela kau mengais sampah untuk tetap hidup
bercampur dengan busuknya sampah
kau rela...

Hati mu lebih putih meski kau bercampur dengan sampah
dibanding mereka yang di atas,
yang berprilaku seperti sampah
Berbanggalah kau wahai pemulung...

Bukan ingin mu untuk seperti ini
bukan cita-cita mu akrab dengan tumpukan sampah
namun, inilah jalan yang Tuhan beri
Sujud syukur selalu untuk diri-Nya

Hati mu lebih putih meski kau bercampur dengan sampah
...

Nov 2, 2011

Sajak Pagi

Pagi, dingin, sunyi, menatap mentari pagi yang berselimut awan mendung
sinarnya sedikit menghangatkan dinginnya diri
Tidak ada cappucinno menemani di kesendirian ini
Magnum hanya yang menemani saat ini

Deru mesin-mesin mulai membisingkan telinga
Derap langkah manusia mulai meramaikan
pagi dingin ini di antara hitam dan putihnya ini tempat

Pagi, dingin, kelam, begitu yang terucap dari dalam jiwa
menyambut hari yang berkabut
menggapai angan yang kian berada dalam kalut
...

Nov 1, 2011

Pintaku Terhadap Tuhan

Tuhan, goncangkanlah bumi-Mu ini sedahsyatnya
hingga aku tak lagi merasa sakit, menderita
Tuhan, tiupkan topan-Mu yang begitu kencang
agar hilang pedih perih yang meradang

Tuhan, bawa aku jauh ke tempat yang jauh
ke tempat di mana hanya ada pohon, lumut, dan batu
supaya aku bisa menikmati sisa perjalanan ini

Bosan dengan riuh kicauan politis, omong kosong!
bosan dengan desing peluru yang merenggut nyawa saudara sendiri
Bosan dengan bualan-bualan dari mereka
yang menganggap dunia ini dunia mereka

Tuhan, sekali lagi, goncangkanlah bumi-Mu sedahsyatnya
Tumpahkan samudera-Mu agar mereka tahu Kau lah segalanya
sumpal mulut mereka yang berkhotbah menyampaikan sampah

Tuhan, bawa aku ke tempat yang jauh
ke tempat di mana aku bisa lebih dekat dengan-Mu

Untukmu Nek

Begitu cepat Kau panggil dia, mungkin juga aku
Nek, belum kau melihatku
seperti ini, seperti yang kau damba
namun, begitu cepat Kau penggil dia

Belum cukup dahaga ku disiram oleh sayangnya
belum cukup tegap melangkah tanpa nasehatnya
namun, sudah sampailah ia di perisitirahatannya

Nek, segenggam rindu yang ku miliki
tak 'kan mampu membawa mu kembali
.........

Oct 31, 2011

Dia?

Sudah, tidak akan lagi luka itu kembali!
menyayat, mengiris tipis, membuat perih
Cukup, berada di dalam kesakitan yang tiada tara
mengoyak, merobek, memecah kesunyian

Dalam diam aku menangis
dalam suka aku menangis
dalam duka aku menagis

Derita ini... apa?
sakit ini... mengapa?
ingin mengadu... kepada SIAPA?

BODOH! Kamu masih punya Dia.
 yang akan membimbing mu
merangkulmu dari derita yang diderita

Dia tangan yang mengusap tetes air mata
Dia obat yang menyembuhkan luka
Dia air untuk dahaga
Dia......

Tapi siapa Dia?

Ratings and Recommendations by outbrain